Kenapa Memasukkan Anak di Pondok Pesantren?

Bagikan Tulisan ini
Email this to someone
email
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter
Print this page
Print

AISZAKI.com – Ada yang bertanya, apakah pondok pesantren adalah sistem pendidikan yang terbaik? Saya jawab, mungkin belum tentu. Tetapi yang pasti, anak-anak akan belajar mandiri dan bertanggung jawab ditempa sistem pendidikan di pondok pesantren.

Pertanyaan sebaliknya, apa yang dilakukan anak jika tidak menempuh pendidikan di pesantren?

Silakan baca: Orang Tua yang Pejuang (seharusnya) Melahirkan Anak yang Pejuang Pula

Pertama, dia akan memiliki smartphone dan bebas menggunakannya dimana pun dan kapan pun, baik di sekolah maupun di rumah dan jam berapa pun dia mau. Hari-hari mereka diisi dengan kesibukan melihat handphone canggih dan kita tidak bisa mengawasi detik per detik. Apa yang ditonton mereka kita tidak akan tahu, padahal mereka belum tahu mana yang layak dan mana yang tidak layak untuk ditonton. Maklum mereka masih bocah.

Kedua, mereka pasti akan bergaul dengan teman-teman mereka dan kita tidak bisa mengawasi dengan siapa mereka bergaul, temannya baik akhlaknya atau tidak. Maklum sebagai orang tua kita sibuk dengan urusan masing-masing.

Sistem di pesantren mampu mengawasi mereka 24 jam sehari, 7 hari dalam seminggu. Sistem di pesantren juga mampu menggantikan peran orang tua dalam mengoprak-oprak mereka untuk sarapan, belajar, mengaji, shalat berjamaah dan seabrek kegiatan mereka sehari-hari.

Yang terpenting adalah, pesantren mampu menjadikan mereka pribadi yang sholeh/ah, mandiri, bertanggung jawab, disiplin, hidup prihatin, hidup sederhana, memiliki jiwa pejuang dan takdzim pada orang tua dan para guru.

Asalkan sebagai orang tua, sewajarnya saja dalam memperlakukan mereka ketika dalam masa pendidikan di pesantren. Misalnya, memberikan uang saku dibatasi jangan jor-joran, menengok mereka paling cepat dua bulan sekali, jangan setiap pekan apalagi setiap dua hari sekali dan lain-lain.

Kan pesantren biayanya mahal. Nggak juga. Biaya di pesantren layaknya sekolah pada umumnya, ada yang murah, cukup mahal, mahal dan mahal banget. Masukkan anak kita ke pesantren sesuai dengan kondisi keuangan kita. Biaya mahal bukan jaminan mutu yang terbaik, sebaliknya biaya murah juga tidak berarti mutu jelek.

Demikian.

Baca juga: Berwisata Salju ke Snow World Trans Juanda